[Pov Arya] *** Sabtu pagi. Sedikit lebih santai menikmati segelas cappucinno dan sepotong roti panggang. Sambil menatap bunga-bunga bermekaran di taman halaman rumah, dan burung-burung yang beterbangan menyambut pagi yang cerah. Terdengar ketukan pintu tiga kali. "Ya." Pintu pun terbuka. Pak Dirga masuk dengan langkah tergesa. "Ada apa?" "Maaf, Tuan. Nona Violetha memaksa saya untuk memanggil Anda," ucapnya dengan napas terengah. Astaga. Merepotkan sekali dia! Aku berdiri. "Biar aku temui," ucapku. Kemudian melangkah keluar kamar. Benar saja. Di bagian bawah tangga, perempuan itu sedang berdiri, mencoba naik ke lantai atas. Beberapa pelayan terpaksa menghalangi jalan. "Ada apa, Vio?" "Arya!" panggilnya. Aku menggeser kepala. Memberi isyarat pada para pelayan untuk pergi. Aku

