60. Family

1869 Kata

"Jadi Tante Yuni itu, temen Bunda waktu kerja, yang duduk di samping Bunda?" tanya Fia. "Iya," sahutku sambil mengikat tali pita di bagian depan gaunnya. "Tante Yuni nikah sama Om Pandu?" "Heem, Kakak Fia." Aku tersenyum mencubit gemas pipinya. Kemudian berdiri dari dudukku. "Udah, kita turun ke bawah. Daddy pasti udah nunggu," sambungku. "Ayo!" Fia mengamit tangan kananku. "Aduh, Bunda lupa tasnya. Kak Fia duluan, ya." "Oke!" Fia pun melepas tanganku, lalu berlari keluar dari kamar. Aku pun keluar dari kamar Fia, berjalan menuju kamarku. Mengambil tas yang kusimpan di atas kasur. Ketika akan keluar kembali dari kamar, terasa rasa sakit di perut. Apa ini? Ini bukan tendangan bayi, tapi ... seperti rasa mulas. Kenapa ... sesakit ini? "Bunda." Terdengar panggilan Arya dari luar

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN