36. Penawaran?

2313 Kata

"Fia!" "Khanza!" Aku tersenyum melihat dua anak itu berpelukan. "Alhamdulillah, akhirnya kamu pulang," ucap Opi sambil merangkulku. "Cuma sehari," sahutku. "Kamu enggak tau apa yang terjadi sehari itu," ketus Opi. "Kenapa?" Aku mendudukkan tubuh lelah di atas sofa. "Pak ...." Opi melirik ke arah Fia dan Khanza. "Pak Arya dan Pak Roy, nungguin kamu," bisiknya. "Barengan?" "Enggak. Pak Roy pulang jam sembilan malam. Kalau Pak Arya ...." Aku menautkan alis. "Dia datang enggak lama setelah Pak Roy pulang, terus dia nginep di sini sampai pagi, sendirian," ucap Opi ragu. "Mas Gio sempet nawarin buat nemenin, tapi ... Mas Gio kayaknya enggak nyaman juga lama-lama sama dia, akhirnya tengah malam pulang." "Tadi pagi Pak Arya pulang?" "Iya. Dijemput sopirnya itu. Aku mau tawarin sara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN