Sepertinya kita tersesat!" Panik gue.Si Icha malah tenang-tenang aja. "Tidak, Tuan." "Seharusnya kita masih jauh dari pos penjagaan," bisik gue pelan. Takut kedengeran sama penjaga yang kayaknya ketiduran. "Tuan, sebenarnya. Sedari tadi Anda terus melakukan teleportasi. Membuatku takut karena hanya berpegangan pada baju Anda." Masa iya? Apa iya? Emang iya? Iya kali ya?! "Kenapa kamu tidak memberitahuku?" Lagian, kenapa juga gue bisa teleport secara enggak sadar. "A-aku. Aku takut, Tuan akan menyuruhku untuk kembali bila kubilang takut." Oh, pantesan ngomongnya jadi muter-muter. Gue sampe tahu keadaan keluarga dia jadinya. "Pegangan!" Si Icha malah meluk. Fokus! Koordinat gue jauh di depan sana. Ngelewatin gerbang masuk ke desa. Harus pas di tempat yang sepi, biar enggak ada orang ya

