Tiga Dua

1871 Kata

Cahaya matahari udah kerasa panas, atau mungkin karena gue pake jas, eh jubah. Jadi makin gerah rasanya.Orang-orang yang kumpul tadi, udah oada bubar. Beberapa ada yang makan, jalanin quest, terus ada juga yang masih ngebahas masalah tadi. "Nona! Benarkah perkataanmu tadi?" Si kacamata sama beberapa orang lagi, udah kayak wartawan. Nanya-nanyain si Icha. Apa gue harus bantu dia? "Jika memang seperti itu kejadiannya. Saya, Wahyu. Siap bertempur di garis depan!" kata bapak-bapak pembawa palu kayu tadi, yang ternyata namanya Wahyu. Meskipun ini dunia fantasi yang ada sihirnya. Nama-nama orangnya lokal abies! Walaupun ada beberapa juga yang asing. "Aku Ann. Seorang druid penjaga tumbuhan. Tidak akan kubiarkan peperangan merusak lingkungan. Sebisa mungkin akan aku musnahkan musuh yang datan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN