“Ayah, aku tidak mau menikah untuk saat ini.” Kalimat penolakan itu terdengar jelas dari mulut Eugene. “Aku bahkan baru lulus kuliah,” lanjutnya. “Kenapa? Apa karena mimpimu itu, kau menolak perjodohan ini?” Jimmy, ayah Eugene tersenyum miring. “Ayah, kumohon. Aku hanya ingin mengejar mimpiku, kelak saat menikah pasti harus fokus mengurus keluarga. Karena itulah, jangan memaksaku terus.” Eugene berkata dengan memelas. Perdebatan alot ini telah terjadi sejak setengah jam yang lalu, padahal dia lelah dan ingin segera beristirahat. Namun, sang ayah malah menghadangnya di ruang tamu. “Mimpi? Apa menjadi seorang penulis novel mampu membuat perusahaan tetap bertahan? Tidak! Keluarga Lee telah berbaik hati mengganti hutang perusahaan dengan perjodohan ini,” jelas Jimmy. Dada Eugene bergemuruh, e

