Bab 40 Hidup Adalah Pilihan

1464 Kata

#September Update Program 2023# Rian melihat juga Ester. Kebisuan dalam kamar rawat inap itu membentangkan tanda tanya besar apa jawaban pertanyaan Ros. Suara yang hanya bisa dikonsumsi telinga Rian terdengar lirih dari mulut Ester. Ros harap-harap cemas apa yang menjadi hasil pembicaraan dua sejoli akan sikapnya. "Begini Mbak Ros, sebenarnya berat menyatakannya tapi terpaksa saya harus ungkapkan ..." Hening. Sepi menyeruak. Tak ada bunyi terdengar dari mulut yang ada di kamar itu. Hanya mata yang berpandangan satu sama lain. "Begini Pak Rian, Ibu rasakan apa yang dialami Ester. Sakit. Terkejut. Jadi mungkin alangkah bijaknya Pak kalau katakan secara gamblang apa yang akan dilakukan Ros. Ros harus bertanggung hawab , iya 'kan, Ros?" bu Bidan menatap Ros yang duduk bersebelahan dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN