Bab 39 Tak Ada Orang Yang Sempurna

1444 Kata

Semua yang ada di ruangan itu terdiam. Ingin mendengar penuturan Ros selanjutnya yang walaupun diceritakan tak akan mengobati ketersakitan Sandy tiga tahun yang lalu. "Mungkin bersamaan dengan janji Mbak bertemu mas Sandy saat itu ya. Walaupun mitos, calon pengantin sebaiknya dipingit ya," Ratih berpendapat seadanya, "Lanjut ... bagaimana Ros?" bu Bidan penasaran ingin mendengar kisah Ros Ros saling menautkan jemarinya, menggerak-gerakkanya, kadang menangkupnya di dadanya. Menghembuskan napasnya berulang-ulang. Cairan bening tanpa diundang menghiasi kelopak netranya yang menampung beban. "Matahari masuk di sela-sela jendela hotel mengenai pelupuk mataku. Ternyata sudah pagi. Saya memutar badan. Seseorang membelakangiku. Seorang laki-laki. Ternyata pak Anto. Refleks aku terbangun. "Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN