Bab 20 : Kenyataan Yang Pahit Rian mengendarai mobilnya dengan seribu satu rasa bercampur aduk. Pertanyaannya kepada Ester 'mengapa tidak ada noda merah di seprei kini terjawab sudah. 'Setan kau biadab' Rian mengumpat Andika sambil sesekali memukul setir mobilnya. Sampai di halaman sekolah, dia turun dari mobilnya menuju rumah tempat tinggalnya. Tak lupa membawa lauk yang dikasih ibu Marta. Dia memanaskan air untuk mandi, membuat kopi untuk menenangkan hatinya. Rian duduk tepekur merangkai kata demi kata apa yang dikatakan Andika. Rian masuk kamar mandi, membasahi tubuhnya dengan air hangat. Dipejamkan matanya membayangkan ekspresi wajah Ester tatkala dengan tatapan mengadili 'mengapa tidak ada noda merah'. Wajah Ester pucat pasi dan tidak berani menatap Rian malah berpaling menghadap

