Rian duduk di sofa dekat pintu. Ibu Marta mengambil tempat duduk mengarah ke pintu luar. Pemilik motor gede memperkenalkan diri. "Saya Andika, guru di SMA 10 desa tetangga." Rian mengingat-ingat lelaki itu 'ya ini bapak pernah duet dengan Ester waktu ada acara nikahan'. Rian hanya diam tak nenanggapi perkenalan itu. "Ya, ini Pak Rian calon suami Ester," ibu Marta mengatakan hal itu untuk mengusir Andika secara halus dari rumahnya. "Selamat Pak Rian ya, pesan saya mohon bahagiakan Ester dia perempuan yang baik. Kalau Bapak tak mampu membahagaiakan dia, saya siap Pak," Andika menekan dan mengatakan kata-kata itu secara tegas berjeda. "Apa hak Anda menasehati saya?" pak Rian tidak terlalu suka mendengar kata-kata pak Andika. "Ini hanya ungkapan seorang laki-laki yang tidak kesampaian mem

