Perbincangan kafe

2877 Kata

"Gua udah masuk ruang operasi." Tiba-tiba Adam menyelatuk. Menyita perhatian Keysa dan Doni. "Pala gua ditekan-tekan." Melotot kedua mata Keysa dan juga Doni. "Kamu merasakannya?" tanya Keysa ngeri sendiri lihat laki-laki itu. Adam terdiam. Lalu mengangguk. "Sakit kah, Bang?" Doni meringis. "Belum. Tapi ramai kuping gua. Kayaknya lagi nyiapin alat." Keysa menelan saliva dengan susah payah. Kekesalan pada Adam seketika menghilang. Tergantikan dengan rasa khawatir apalagi wajah Adam tersirat dingin. "Gua takut." Doni dengan cepat pindah ke sebelah Adam. Kini Adam yang diapit mereka berdua. Doni meraih tangan laki-laki itu. Mendekapnya. "Pala gua!" Adam menjerit. Dia ketakutan. Sampai menutup kedua matanya. Jelas semakin panik Keysa dan Doni dibuatnya. "Berdoa!" Keysa berseru. Turut m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN