BRAKKK! Tubuh Keysa terjerembab saat Elena menendang keras tubuhnya dari belakang. Sepasang mata Keysa melotot pada Elena yang mencekik lehernya dan mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi di udara. Dengan sisa-sisa tenaganya, Keysa balas mencekik leher sosok itu. Elena balas melotot. Keduanya tampak kesakitan satu sama lain. Telinga Keysa mendengar suara Angga yang memanjatkan doa. Dia juga mendengar suara nyanyian gereja dari mamanya Angga. Cengkeraman tangan Elena melemah. Kesya segera menarik tangannya saat merasakan panas pada sosok itu. Keysa terbelalak saat sesuatu seperti angin besar menghantam Elena keras-keras, sampai sosok itu jatuh ke sekian kali dan terguling-guling di lantai dengan rintihan yang keluar dari mulutnya. Roh Keysa sedikit terombang-ambing saat kekuatan angin itu

