305

1890 Kata

Angga menekan tombol lift dengan sangat panik. Mengusap kedua matanya tidak percaya saat tetesan darah itu benar-benar nyata. Napas Angga terengah-engah. Tubuhnya membeku menatap sosok makhluk di atap lift yang seolah mau lompat untuk menyerangnya. Angga terus menekan tombol pada dinding lift. Tubuhnya bergetar luar biasa. Seolah-olah kutukan dari Keysa yang mengharapkan dirinya dapat melihat makhluk astral terwujud begitu cepat. Ting! Pintu besi itu akhirnya terbuka di lantai satu. Saat itu juga, Angga berlari tunggang langgang. Wajah dan rambutnya basah terkena keringat bercampur tetesan darah. Sepasang matanya melotot saat menoleh ke belakang. Jantungnya berdetak gila. Angga bahkan menabrak siapapun yang menghalangi jalannya. Elena terbang melayang dengan kedua tangan yang menjulur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN