"Ajiz, kenapa kamu mau menikahi aku kalau perasaan kamu sama aku sudah lenyap, hah!" bentak Seira berani. Benar-benar, Seira tak habis pikir dengan jalan pikiran Ajiz. Ajiz mendatangi orang tuanya yang tinggal di pulau seberang hanya untuk melamarnya. Dan yang mencengangkan lagi, Ajiz selalu bersikap dingin padanya, lalu berubah menjadi lembut jika mereka sedang berada di luar. Ajiz memindahkan Seira menjadi sekretarisnya, dan itu semakin membuat Seira sesak napas. Ajiz menatap datar Seira, tersenyum miring. "Aku hanya sedang mewujudkan keinginan kamu yang tertunda," sahutnya santai. Memang itu yang Seira inginkan, bukan? Memutuskan Amelia, kemudian berbahagia bersamanya. Seira menangis. "Aku nggak mau kayak gini, Ajiz!" bentak Seira nyaring membuat pelanggan lain menatap ke arah mej
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


