Dua Puluh Delapan

964 Kata

Jam kerja sudah selesai. Tidak mau bertemu kembali dengan Nino, Seira memutuskan untuk pulang lebih dulu. Seira tidak suka dengan kata-kata tajam Nino. Dia bukan pemulung, dia malah yang berbaik hati meminjamkan Ajiz pada Amelia. Apa salahnya mengambil yang dipinjamkan kembali? Dirinya dan Amelia itu bagaikan simbiosis parasitisme, di mana dirinya yang dirugikan sedangkan Amelia yang diuntungkan. Seira akan membalik keadaan secepatnya.Seira belum melihat kondisi terakhir Ajiz. Jadi baiknya, dirinya segera ke ruangan Ajiz sebelum Ajiz pergi. Sampai di lantai kedua paling atas, Seira melangkah begitu anggun penuh keangkuhan.Seira berhenti tepat di meja sekretaris Ajiz. Dengan dagu terangkat angkuh. "Ajiz masih ada di dalam?" tanya Seira arogan. Dewi mendengus memberengutsebal. "Kayaknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN