Dua Puluh Sembilan

872 Kata

Di divisi marketing yang tersisa hanya Amelia dan Nina. Nina sudah pergi barusan. Jadi, hanya dirinya dan Ajiz yang ada di ruangan divisi marketing.Kecanggungan mulai menguar di antara mereka.Ajiz berkali-kali melirik Amelia, sedangkan Amelia hanya diam bergeming tak berniat membuka suara sedikit pun. Tanpa diduga Ajiz bersimpuh di antarakakinya. Amelia terkesiap. Namun, ia berusaha bersikap biasa tak tersentuh.Ajiz mendongak menatap nanar padanya."Maafkan Aku," lirih Ajiz parau. Amelia membuang pandangannya ke samping. Matanya berkaca-kaca, bagaimana pun ia mengabaikan luka dalam hatinya, tapi tetap saja luka itu semakin terasa perih."Kamu nggak perlu kayak gini, Ajiz," ucap Amel masih menatap ke samping. Ajiz menggelengkan kepalanya, tangannya terulur meminta Amelia menatapnya. Pandan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN