Amelia terpaku meresapi perkataan Ajiz. Namun, beberapa detik kemudian Amelia tersenyum. "Semuanya sudah terlaAmelia terpaku meresapi perkataan Ajiz. Namun, beberapa detik kemudian Amelia tersenyum simpul menggelengkan kepalanya pelan."Semuanya sudah terlambat, Ajiz. Terimakasih dan maaf." Amelia segera berlalu meninggalkan Ajiz diam mematung menatapnya nanar. Ajiz tersenyum kecut, inilah akibat dari kebodohan hakikinya. Dia harus menelan semua rasa penyesalan yang pasti akan sering merayapi hatinya. Ajiz menjambak rambutnya frustrasi. "Argh!" *** Amelia berjalan lesu menuju lift yang akan mengantarnya ke basemen. Amelia masuk ke dalam lift menekan lantai satu, tapi tiba-tiba ada kaki bersepatu mahal menahan lift yang akan menutup. "Njir, sakit banget ini," ringisnya setelah masuk ke

