Amelia termenung duduk di bangku taman tengah kota.Rasanya hari begitu cepat berlalu, satu hari terasa satu jam.Malam hari yang dihiasi cahaya lampu kelap-kelip taman membuat Amelia betah berdiam diri di sana. Bahkan, Amelia masih mengenakan setelan kerjanya. Amelia belum bisa pulang dengan keadaan hati yang masih kacau.Dirinya butuh waktu untuk menenangkan hatinya.Mengingat kejadian tadi siang sampai sore tadi. Amelia berpikir, bagaimana bisa semua terangkai begitu sempurna. Semua yang ia jalan sepuluh tahun terakhir bersama Seira hanyalah semu. Semuanya hanya sandiwara, begitu pun dengan Ajiz. Perhatiannya, kepeduliannya, itu pun hanya semu.Lagi, Amelia tersenyum getir. Bila saling mencintai, kenapa harus berbelit seperti ini sampai harus melibatkan dirinya. Dirinya diseret masuk ke da

