Dua Puluh Satu

882 Kata

"Loh Mel, kok Kamu sudah bangun saja?" tanya Laras terkejut melihat Amel yang tengah memasak sarapan pagi. Amel menoleh tersenyum lebar, "Iya Mbak," sahutnya. "Baru dapet ilham biar berubah," katanya kemudian berbalik kembali pada masakannya. Laras geleng-geleng kepala tersenyum senang, mendekati Amelia sampai bersisian dengannya. Laras menelisik wajah Amelia dari samping. Setelah melihat semuanya baik-baik saja, Laras menghela napas lega. "Mbak khawatir banget waktu Kamu sakit Mel, Mas Burhan juga. Amelia menoleh ke samping tersenyum tipis menatap Mbaknya sendu. "Maaf ya Mbak, Aku jadi bikin khawatir Mbak sama Mas ipar." Laras menggelengkan kepalanya, mengusap rambut ikal Amelia yang terurai. "Kenapa Minta maaf? Kan Mbak khawatir sama Kamu itu wajar,Sayang..." ucapan Laras terhenti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN