Dua Puluh

735 Kata

Kesakitan yang dibalut dengan sebuah senyuman memang terasa sangat menyakitkan. ***   Laras melihat Amelia banyak melamun akhir-akhir ini.Dalam benaknya banyak dipenuhi pertanyaan apa yang terjadi pada Amelia.Bunyi bel pintu menyentak lamunan Laras. Laras bangkit dari duduknya melangkah menuju ruang tamu."Eh Ajiz," sapa Laras setelah membuka pintu. Ajiz tersenyum berdiri dengan setelan kasualnya."Amel-nya nggak tidur kan, Mbak?" tanya Ajiz ramah. Laras tersenyum. “Dia akhir-akhir ini jarang tidur, Jiz. Tapi, banyak melamun di taman belakang." Laras melebarkan pintu memberi isyarat agar Ajiz masuk. "Masuk dulu deh, Jiz.Biar Mbak kasih tahu Amel."Laras melangkah terlebih dahulu, sementara Ajiz mengekori Laras dari belakang. "Eh Mbak, biara Saya saja yang menyamperi Amel ke sana." sedik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN