Setelah tiga hari Amel sakit, Seira baru datang ke rumah Laras selepas dia berolahraga. Seira berjalan masuk ke kamar Amelia, melihat Amelia yang berbaring lemah di atas ranjang. "Maaf Mel, Aku baru bisa jenguk kamu,” sapa Seira pertama kali masuk menyentak lamunannya. Amelia menoleh ke arah pintu, tersenyum tipis mengangguk samar. Seira semakin mendekati ranjangnya, duduk di sampingnya tanpa melepaskan senyumannya. "Nggak apa-apa, Sei. Sekarang juga lagi pemulihan, tinggal badan sedikit sakit kalau malam hari,” sahut Amel seraya bergerak duduk menyandar di sandaran ranjang. Seira mengusap bahu Amel lembut. "Kamu kenapa sih, Mel? Setahu Aku, kalau Kamu sakit itu biasanya ada yang Kamu pikirkan. Iya, kan?" selidik Seira menatap Amelia lekat. Amelia menggelengkan kepalanya sambil tersen

