"Kamu sakit, Sayang?" suara Ajiz sukses mengalihkan perhatian keduanya. Setelah melihat siapa yang datang, Nino bergeser kembali duduk angkuh di single sofa tanpa melepaskan mata tajamnya mengawasi gerak-gerik orang yang baru saja datang itu. Ajiz melangkah masuk ke dalam mengabaikan tatapan tajam Nino. Entah kenapa, hatinya terasa panas dan juga sesak saat melihat Nino memegang kepala Amelia. Ajiz berusaha menekan emosinya karena melihat wajah pucat Amelia, itu artinya Amelia benar-benar sakit. Ajiz duduk di samping Amel, meraih tangannya, lalu menggenggamnya sedikit kuat. Pandangan Mereka beradu , Ajiz tersenyum menatap Amelia dengan tatapan lembutnya. Amelia tersenyum paksa, karena kepalanya pening luar biasa. "Kamu bilang, Kamu cuman nggak enak badan, Sayang. Ternyata Kamu demam,

