Dua Puluh Tiga

890 Kata

Cukup tersenyum tanpa harus mengatakan kebenarannya. Karena apa yang dilihat sudah cukup untuk menjelaskan semuanya. ***   "Dewi!" seru Amelia saat melihat sekretaris Ajiz keluar dari lift dengan wajah muram. Amelia tersenyum melangkah cepat ke arah Dewi yang menunggunya seraya tersenyum. "Ada apa, Mel?" tanyanya ramah, berbeda saat pada Seira yang selalu ketus. "Apa Pak Ajiz sudah keluar dari ruangannya?" senyum Amelia merekah membuat Dewi tersenyum getir. Kasihan sekali Amelia, padahal dia wanita baik, kenapa malah ditikung sahabatnya sendiri. "Pak Ajiz sudah keluar ruangan sekitar dua puluh menit yang lalu." jawab Dewi ramah. Ameliamenganggukkan kepalanya beberapa kali. "Ada rapat, ya?" tanyanya polos. Dewi terkekeh pelan, "Kalau ada rapat, mana mungkin Aku berdiri di sini, Am

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN