Dua Puluh Empat

1020 Kata

  Berhenti, atau tidak sama sekali. ***   "Maafkan aku, Sei..." Amelia bersuara keras melangkah mendekati dua manusia yang tengah berlutut saling menatap. Ajiz terpaku, tak berani menoleh ke samping. Dia sangat hafal suara siapa itu.Seira menoleh tersenyum sinis kemudian berdiri melangkah mendekati Amelia yang juga sedang melangkah ke arahnya. "Puas Kamu, hah! Kamu," tunjuk Seira tepat di depan wajah Amelia. "Pengemis yang nggak tahu diuntung!" hardik Seira membara. "Seira!" bentak Ajiz dari arah belakang tak terima Amelia dikatai pengemis. Amelia tersenyum bersamaan air mata yang terus mengalir tanpa bisa ia cegah. "Makasih," lirihnya parau. Ia tak menyangka semuanya akan terjadi seperti ini, selama ini ia bungkam hanya karena mengikuti permainan Seira. Namun nyatanya, Seira berma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN