Dua Puluh Lima

644 Kata

Amelia melirik Ajiz, walaupun  tersenyum, tapi matanya menyiratkan rasa kecewa yang mendalam pada Ajiz.Amelia menarik napas kemudian menghembuskannya."Ajiz, mari kita akhiri semua drama ini." Amelia tersenyum simpul menyembunyikan kepedihan dalam hatinya.Kepedihan hatinya yang miris karena cintanya tak pernah berbalas. Ajiz menggelengkan kepalanya, menatap Amelia sendu, sedangkan Seira tersenyum angkuh penuh kemenangan. Sekali lagi Amelia menatap lekat Ajiz sebelum akhirnya berbalik meninggalkan ketiga orang di sana, berlari secepat mungkin mengabaikan denyutan sakit dalam hatinya. "Amel!" teriak Ajiz dan Nino bersamaan. Nino menoleh menatap tajam Ajiz, melangkah mendekat ke arah Ajiz. Mereka berdua berhadapan, Nino mengabaikan tatapan Seira. Tangannya bergerak mencengkeram jas hitam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN