Janji Suci

1462 Kata

“Malam ini aku akan menikah!” Kalimat yang terus berputar-putar di pikiranku. Debaran jantungku semakin menggila seiring bertambahnya jam pada dinding kamar. Sudah pukul 7 malam, akad nikah akan dilangsungkan setengah jam lagi. Semua tamu undangan sudah mulai berdatangan dan memenuhi ballroom mini tempat acara berlangsung. Aku tidak menyangka jika Mama dan Umi Fatim bisa membuat acara semewah ini hanya dalam waktu empat hari. Katanya akad nikah sederhana? Sepertinya tak berlaku untuk kedua kesayanganku. Aku memilih riasan natural look, menyesuaikan gaun simpel yang aku kenakan. Perhiasaan yang aku pakai cukup berlebihan karena di paksa oleh Mama. Beliau mengatakan jika harus menghargai pemberian calon suami. So, aku mengambil kotak perhiasaan yang paling besar. Setelah aku memakainya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN