Lamaran Dadakan

1311 Kata

Pak Ayang adalah manusia paling menyebalkan. Bagaimana tidak? Dia datang bersama Umi Fatim dan Abi Khalid tanpa memberi kabar lebih dulu. Tidak hanya aku yang kebingungan, Mama dan Papa tak kalah bingung karena belum mempersiapkan suguhan untuk tamu penting. Untungnya ada Mas Agung dan Bibik yang bisa diandalkan. Meski sambil ngomel-ngomel Mas Agung bagaikan emak-emak yang anak gadisnya akan dilamar perjaka ting-ting. Gesit sekaligus sat-set tahu apa saja yang harus dilakukan. "Bilang sama Mas Rayan kalau mau kawin minimal bilang-bilang dulu. Jangan asal datang bawa seserahan." "Baru melamar, Mas. Lagian, Bahasanya kok 'Kawin' gak sopan banget!" "Apa gunanya ponsel kalau gak mau kasih kabar?!" Bener 'kan, dia mirip emak-emak komplek? Sejak tadi ngomel terus. Telingaku sampai berdeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN