Kepergok Mecum!

1444 Kata

Badanku rasanya remuk redam dan kepalaku pusing akibat lembur hingga dini hari. Suamiku, berkata minta tambah sekali kenyataannya sampai berkali-kali. Jika, aku tidak ketiduran saking lelah dan ngantuk pasti kegiatan panas itu akan terus berlanjut. Pagi ini aku memutuskan sarapan di kamar, kakiku sakit untuk digerakkan. Cara jalanku yang tak biasa akan membuat semua orang tertawa dan menjahili ku. Sebelum subuh Pak Ayang membangunkan ku, mengajak berendam air hangat agar tubuhku bisa sedikit rileks. Tidak ada aksi saling menggoda karena kami benar-benar kelelahan dan butuh istirahat sejenak. “Sayang ...” “Iya, Bee.” “Mau itu,” tunjuk Pak Ayang pada nasi goreng yang tengah aku santap. “Sepertinya enak.” “Enak banget, Bee.” Aku menyuapkan sesendok nasi goreng dengan telur dadar pada su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN