bc

Meeting Again

book_age18+
5
IKUTI
1K
BACA
others
drama
tragedy
twisted
sweet
humorous
lighthearted
mystery
like
intro-logo
Uraian

Kang Min Hyuk yang merupakan seorang aktor terkenal akan ketampanan dan kualifikasi yang tak bisa diragukan lagi. Namun, di tengah kesuksesannya ia masih belum bisa lepas dari penyakit aneh yang amat begitu menyiksa.

Hingga suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis penata rias dengan nama Ahn Hae Yeon. Membuat penyakitnya menyiksa dua kali lipat dari sebelumnya, namun sekaligus candu di waktu yang bersamaan.

Mendapat sinyal perubahan membuat Kang Min Hyuk nekat untuk tetap berada disisi Ahn Hae Yeon. Hingga seiring berjalannya waktu, ingatan mendorong memori akan gambaran acak pada kehidupan lampau. Tepat pada ratusan ribu tahun yang lalu, disaat sakit itu memang berasal dari orang terkasih nya.

Reinkarnasi yang sama sekali tidak diharapkan. Hukum dunia berkata lain. Takdir naas terus menjalari setiap unsur kehidupan mereka.

Lalu bagaimana keduanya bisa menyelesaikan permasalahan di masa lalu? Akankah kebencian itu tetap membara jauh di lubuk hati Kang Min Hyuk?

chap-preview
Pratinjau gratis
PART 1. PEMBERONTAKAN
Suatu malam, tahun 1455 dikota Hanyang, Era Kerajaan Joseon. Entah dari mana datangnya suara burung gagak yang bertengger di setiap atap kediaman Klan Ahn. Keributan yang menimbulkan suasana tak tenang, membuat Ahn Baek Hyeon mendatangi kamar kakak laki-lakinya agar merasa sedikit tenang atau jika diizinkan ia ingin bermalam saja di sana untuk satu malam. Namun seperti biasanya, Ahn Hyo Seop tak mengizinkan dan menyuruhnya untuk kembali ke kamarnya saja. Tak lama setelah itu, terdengar suara banyak langkah kaki yang mendobrak gerbang kediaman mereka. Karena terlalu takut membuka pintu untuk melihat sekitar, akhirnya Ahn Hyo Seop memutuskan untuk melubangi kertas jendela kamarnya. Ia mengintip dari celah-celah dan mendapati banyak lelaki berpedang dan seluruh pelayan Klan Ahn terbaring sekarat dengan bersimbah darah di tanah yang dingin. Ia terkejut dan hanya bisa terdiam kaku sambil menutup mulutnya rapat. “Hyeong nim, apa yang sedang terjadi?” tanya Ahn Baek Hyeon bingung oleh apa yang telah dilihat kakaknya hingga membuat nya bertingkah aneh, karena tak mendapat jawaban, ia pun hendak mengintip melalui celah jendela. Namun sebelum dapat melihat kondisi diluar, ibu nya lebih dulu masuk melalui pintu belakang dan segera menyambar ke pelukan anak bungsunya Ahn Baek Hyeon. Terlihat raut wajah ketakutan dan khawatir yang menjadi satu. “A a apa kau baik-baik saja anak ku? Hm? Kita akan segera pergi dari sini” karena ketakutan yang luar biasa membuat mulutnya kaku dan terbata-terbata. Ia segera menarik tangan Ahn Baek Hyeon pergi menuju pintu belakang untuk mencari persembunyian. Ahn Hyo Seop yang melihat ibunya hanya menarik tangan adiknya pun merasa cemburu karena merasa terasingkan. Disaat keadaan seperti ini pun, ibunya lebih dulu menyelamatkan Ahn Baek Hyeon yang merupakan anak kebanggaannya. Pikirnya. Setelah mereka keluar dari kamar, ayah mereka berpesan untuk pergi menuju gudang belakang dan bersembunyi didalam peti penyimpanan beras. “Ayah. Kau tak akan pergi dengan kami?” tanya Ahn Baek Hyeon kecil yang melihat ayahnya berbalik dan hendak menuju arah berlawanan dari mereka. Mendengar akan hal itu, pria paruh baya itupun menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah belakang. Ia tahu, jika menoleh, maka ia tak akan pernah sanggup untuk berpisah dengan keluarga kecilnya. Dalam keadaan seperti ini, ia harus bisa merelakan hidupnya demi keselamatan orang-orang yang disayangi. “Ayah akan segera kembali” ucapnya sembari menegakkan kedua bahunya untuk meyakinkan mereka atas perkataannya. “Yeobo. Aku akan menunggu mu. Namun jika kita tak dapat bertemu lagi saat ini, mari kita bertemu di kehidupan selanjutnya sebagai keluarga yang utuh tanpa adanya perpisahan” ucap lirih wanita paruh baya tersebut. ia menatap punggung suaminya yang perlahan menjauh. Ia hanya bisa meneteskan air mata, ia tak percaya semua ini bisa terjadi pada keluarganya. “Jika keluarga ku hancur seperti ini, maka setia pada atasan adalah suatu kesalahan” batinnya. Namun kemudian ia teringat akan ucapan suaminya. “Terjadinya bencana, memanglah memiliki alasan, namun jika harus menyalahkan orang lain, itu tidaklah benar” Ia pun merasa harus tegar demi menyelamatkan anak-anaknya. Kemudian menuntun kedua anaknya tersebut menuju gudang belakang. Usai menempatkan kedua anaknya didalam peti penyimpanan beras, ia mendengar suara langah kaki menuju tempat mereka saat ini. Dengan tergesa-gesa ia menutup penutup peti beras dan segera berlari keluar untuk mengalihkan para pemberontak yang mencari sisa keturunan Klan Ahn. Beberapa menit kemudian. Semua terasa sunyi. Tak ada suara aneh yang muncul lagi dari luar. Dengan ragu Ahn Baek Hyeon mencoba keluar. Ia melihat sekitar, dan ternyata memang sudah lebih aman dari sebelumnya. Mungkin mereka sudah pergi, pikirnya. Kemudian ia mengajak kakak nya untuk keluar dari tempat itu untuk mencari ibu nya yang tak bersama mereka sekarang. Perlahan mereka menarik gagang pintu sembari berjaga-jaga jika saja para pemberontak tersebut kembali. Namun ketika mereka melangkahkan kaki keluar dari gudang, ia melihat seseorang yang tak asing tengah berbaring lemah dengan sekujur tubuh penuh dengan darah. Mereka pun mengumpulkan keberanian untuk mendekati tubuh tak berdaya itu. Setelah mengerahkan semua keberanian didalam dirinya, Ahn Baek Hyeon membalik tubuh tersebut secara perlahan. Dan ternyata benar. Tubuh lemas tak berdaya tersebut milik ibunya. Sekujur tubuhnya dipenuhi darah dari luka tusukan. Nafasnya masih bisa dirasakan, namun seperti perlahan menghilang. Ahn Baek Hyeon mencoba menyentuh wajah itu dengan tangan nya yang masih bergetar hebat. Hatinya hancur berkeping-keping melihat wanita yang berharga baginya tak berdaya. “Ibu. A apa kau mendengar ku? Ahn Baek Hyeon. Ini Baek Hyeon ibu. Mengapa kau tidur di tanah yang dingin seperti ini, hm? Ibu tolong jawab aku” ia masih tak ingin mempercayai apa yang ia lihat. Ia berharap semuanya adalah mimpi buruk yang biasa terjadi pada banyak orang. Namun ini terlalu nyata untuk sebuah mimpi. “Ibu. Apa kau mendengar kami?” ucap Ahn Hyo Seop yang mendekat dan memegang tangan lemas ibunya. Terlihat sepasang mata yang tertutup rapat mulai terbuka. Mencoba mengatakan sesuatu secara perlahan di atas kesakitan yang dirasakannya. Tangannya yang lemas terangkat menyentuh wajah anaknya. “Tentu. Ibu mendengarmu. Mengapa kau begitu berisik? Ibu tak apa. Uhuk uhukk” menahan sakit dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya, berusaha terlihat baik-baik saja dihadapan mereka memanglah tak mudah. Ia harus membangun keberanian pada jiwa putra-putra nya agar mereka bisa tetap bertahan hidup. “Ibuuu” Mendengar suara yang begitu lemah, air mata Ahn Baek Hyeon tak dapat dibendung lagi. Air mata nya tumpah bersamaan dengan perih dihatinya yang sangat menyayat. Bagaimana ia bisa hidup setelah melalui semua ini? Sementara ia sejak lahir tak pernah berpisah dengan wanita yang berada di pangkuannya itu. “Sekarang dengar perkataan ibu. Pergilah dari kota ini. Lari tanpa harus melihat kebelakang” ucapnya sambil mencoba menahan sakit yang dirasakan dari tusukan di bagian perutnya. “Ibu. Kami akan membawa mu. Kami akan merawat mu” lanjut Ahn Hyo Seop khawatir. “Yakk. Apa yang kalian khawatirkan? Ibu adalah wanita dewasa. Uhukk uhukk. Percayalah. Setelah ibu mengurus ini semua, ibu akan segera menyusul kalian. Hm?” ucapnya terkekeh lemas. “Tidak. Kau harus ikut dengan kami” ucap Ahn Baek Hyeon yang tak bisa berhenti menangis. Mempererat pelukannya pada tubuh ibunya yang terbujur lemah. “Hyo Seop-ah. Jaga adik mu baik-baik. Ibu tau kau adalah putra yang sangat kuat” lanjutnya dengan perlahan meraba tangan putra sulungnya yang mulai meneteskan air mata. “Pergilah” lanjut ibu nya yang semakin melemah karena mulai banyak kehilangan cairan merah. “Ibu kau sudah berjanji untuk menemui ku lagi. Jika ibu tak menepati janji, maka aku tak akan mau melanjuti membaca buku akstronomi lagi” ucapnya dengan terus meneteskan air mata. Ia benar-benar khawatir jika ibu nya tak akan menepati janji. Wanita itu pun tak mampu menahan senyum karena putra nya yang begitu menggemaskan. Ia hanya bisa menyunggingkan senyum manis kepada putra tersayangnya untuk terakhir kali. Didalam lubuk hatinya, ia terus berdoa agar putranya diberkati keselamatan dan kebahagiaan selama hidupnya. Akhirnya mereka pun meletakkan ibu nya perlahan didalam gudang agar tak dapat ditemukan kembali oleh para pemberontak dan segera pergi. Mereka tak rela meniggalkan ibu nya dengan kondisi seperti itu dan sesekali menoleh kebelakang untuk memastikan ibu nya akan baik baik saja. Tepat disaat mereka mulai menutup pintu tersebut, ibu nya menghembuskan nafas terakhirnya walau dengan keadaan sangat mengkhawatirkan kedua putranya. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.5K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
2.1K
bc

JANUARI

read
50.6K
bc

TERNODA

read
201.4K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook