Bab 23

1696 Kata

Semua pakaian sudah di masukkan dalam tas. Aku duduk dipinggir tempat tidur sambil melihat ke arah pintu sementara suster muncul dengan membawa obat anti depresi yang diresepkan dokter padaku sebelum meninggalkan rumah sakit. Angin sepoi berembus dari jendela di belakangku, suster tadi tersenyum lalu meninggalkanku sendiri. Aku merenung selama beberapa detik singkat, karena setelah itu muncul Adri dengan senyum lebar. "Kita pulang sekarang?" ucapnya ketika duduk disampingku. Aku berpaling ke arahnya, mengamati baik-baik mata sipitnya yang tertutup kacamata. "Bagaimana dengan Ibuku, apa sudah ada kabar mengenai dia?" Adri berdecak. "Belum, Ibu kamu masih dicarai" aku berdiri dari dudukku dengan perasaan menggebu. "Tapi ini sudah dua minggu lebih dan kamu bilang masih mencari?" "Jakarta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN