CHAPTER #40 EMPAT PULUH Semua Demon terdiam. Memang mereka semua tau asal muasalnya Wisnu dan Bayu yang direkrut dari petarung jalanan. “Iya Wis, kami minta maaf. Tadi kelepasan bicara.” Ujar Rudi dan Handoko menghampiri Wisnu dan menepuk pundaknya. Wisnu tersenyum. “Iya mas, tidak masalah. Saya mengerti tadi karena luapan kegembiraan.” “Sstt!” Arif memberi isyarat karena mendengar informasi melalui radio pemancar dari cabang Kalimantan. Semua berhenti bicara dan mendengarkan informasinya. “Oke. Kita mendapat tambahan tugas baru. Rupanya kelompok ini juga menyebarkan teror lain yang sangat berbahaya. Dalam setiap pengiriman barang hasil selundupan dan dalam pertarungan, mereka menyembunyikan dan m

