CHAPTER #39 TIGA PULUH SEMBILAN Bayu kaget mendengar bentakan dari bawah. Lalu dia mencoba mencari akal untuk mengelabuinya. Matanya segera mencari-cari sesuatu. Bayu mengambil obeng yang ada disaku celana seragam operasinya. Bayu kemudian melemparkannya kearah pohon yang ada di belangkangnya. Daun-daun pohon bergerak karena serombongan burung yang terkejut oleh lemparan obeng Bayu yang menancap pada cabangnya. Mata keamanan perusahaan itu jadi teralih dan melihat serombongan burung yang terbang itu. “Ahh, sudah berapa kali itu burung-burung merusak genting ini.” Ujarnya sambil ikut melemparkan batu kearah pohon yang sama. Bayu tersenyum. Beda dengan Mirza yang ada dibalik pagar tembok. Wajahnya sudah pucat karena cemas. Takutnya operasi Bayu k

