CHAPTER #38 TIGA PULUH DELAPAN “Iya, mas. Dan ini perlu dilaporkan kepusat langsung.” Jawab Bayu. “Dan yang satu ini saya agak ragu, mas?” “Kenapa memangnya, Bay.” “Saya berpikiran kalau ini adalah wajah sahabat saya, Krisna. Tapi ragu karena dengan mata kepala sendiri Krisna terkena tembakan waktu penggerebekan dan jatuh kedalam arena dari ketinggian plafon gedung.” Bayu menerangkan kemungkinannya. “Jatuh kedalam arena? Berarti bisa juga dia masih hidup, Bay. Kamu tau kan lantai arena itu tidak keras seperti lantai biasa? Lagi pula kalau tidak salah ada jaring diatasnya. Semua ruangan kan dilapis busa penghalang tumbukan.” Jawab Mirza. “Yakin sahabat kamu sudah mati?” “Sulit ditentukan, mas. Meskipun saya berharap dia masih hidup. Saat itu memang saya menderita luka dalam, jad

