CHAPTER #44 EMPAT PULUH EMPAT Wasit mendekati Handoko dan mengangkat tangan kirinya keatas. Penontonpun bersorak. Menjelang dini hari pertarunganpun selesai. Semua tamu dan undangan sudah mulai membubarkan diri. Bayu, Mirza dan Roban masih duduk didepan bengkel lasnya. Beberapa iring-iringan mobil sudah keluar dari perusahaan. Bayu beranjak dari bangku yang menghadap kejalan lalu berdiri disamping bengkelnya yang gelap. Matanya menatap ke arah iring-iringan kendaraan. Tampak Arif yang duduk didepan disebelah pengemudi melihat kearah bengkel las Bayu. Dengan menggunakan kamera malam dari angkatannya, Bayu mencoba mengambil beberapa jepretan foto mengarah kepada yang duduk dibelakangnya. Keesokan harinya, warung Wisnu s

