CHAPTER #49 EMPAT PULUH SEMBILAN Tangan kanan Rudi yang bebas tanpa hambatan berkelebat mengayun kearah d**a lawan yang terbuka menghadapnya. Lawannya Rudi mengaduh, badannya terjerebab ke lantai arena. Wasit kembali menghalangi serangan Rudi berikutnya. Rudi berjalan kembali ketengah arena. Saat berjalan matanya liar mencari posisi tim pendukung. Setelah melihatnya dua jari tangannya Rudi diangkat keatas seperti mengajak penonton bersorak. Padahal sebenarnya isyarat kalau waktu operasi penyergapan sudah semakin dekat. Artinya tinggal 1 jari lagi maka penyergapan akan dimulai. Arif melihat Rudi mngangkat jarinya, Arifpun berdiri dan berepuk tangan. Orang bertopeng menatap Arif yang tiba-tiba berdiri. Arif yang kemudian melihat ditatap oleh ora

