CHAPTER #48 EMPAT PULUH DELAPAN Beberapa jam sebelum operasi Demon dilaksanakan. Rudi dan Handoko sudah bersiap untuk berangkat menuju Kota, tempat dimana mereka biasa dijemput. “Jangan lupa dan hati-hati menggunakan barang ini.” Rudi memberikan sepucuk senjata pistol kepada Wisnu. “Nggak usah mas. Saya tidak biasa menggunakan itu. Simpan saja. Kita akan menyergap bukan untuk menembak orang.” Jawab Wisnu menolak. Rudi dan Handoko tersenyum. Mereka memasukan kembali senjata itu kedalam ranselnya masing-masing. Wisnu hanya akan membawa dua batang rotan sepanjang 60 sentimeter saja dan menyelipkannya di ransel. Bayu duduk didepan bengkel lasnya. Secangkir kopi menemaninya di bangku. Matanya yang tajam menata

