CHAPTER #30 TIGA PULUH “Loh! Bapak ini bagaimana, sih? Tandatangan juga belum sudah dibilang sudah tandatangan dan sedang berlatih. Kebohongan macam apa ini, pak?” Bayu mulai naik darah dan berdiri didepan Gatot yang tetap tertawa. “Bapak tidak tau apa? Ayah saya sedang sakit-sakitan. Adik saya sedang menunggu, begitu juga ibu saya. Sementara saya disini disekap entah dimana. Kenapa nggak baik-baik saja meminta sama kami, pak?” Tangannya Bayu berkelebat menghantam meja yang ada didepannya. Bunyi kayu retak terdengar dikamar itu. Semua anak buah Gatot masuk menyerbu dikira atasannya diserang oleh mereka bertiga. Gatot hanya mengangkat tangannya keatas. Semua anak buahnya diam dan sebagian keluar dari kamar itu. “Tenang

