We will Be Friends Forever

2188 Kata

Author’s POV Hari ini adalah hari terakhir ulangan akhir semester genap. Semua murid kelas 11 MIPA A merasa lega. Sebentar lagi penerimaan raport dan mereka akan naik kelas 12. Axel tampak asik bermain basket di lapangan seorang diri. Defaz, Bryan dan Dimas melangkah mendekatinya. “Xel, kirain kemana, ternyata di sini.” Defaz merebut bola dari genggaman Axel dan melemparnya ke arah keranjang. Bola sempat bergerak melingkar di sepanjang ring, namun akhirnya terpental. Bryan tertawa, “payah lo Def.” Axel duduk di pinggir lapangan. Dia menghembuskan napas dan mengibas-ngibaskan kerah bajunya. Bermain basket membuatnya sedikit berkeringat. “Xel ntar malam mau ikut kita nggak? Tanya Dimas. “Kemana?” Axel mengernyitkan dahinya, menatap satu per satu temannya. “Biasa, kemana lagi kalau b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN