Sensitif

1499 Kata

Author’s POV Taxi terus melaju menyisir jalanan kota yang mulai padat. Sore begini biasanya bersamaan dengan para karyawan pabrik yang bersiap pulang. Jam kerja mereka biasanya terbagi menjadi dua, siang dan malam, atau istilah familiarnya shift-shiftan. Hal yang paling menjenuhkan itu adalah terjebak kemacetan. Rania mulai bosan. Tapi seketika wajahnya kembali sumringah kala ia melihat buah jambu air merah dan besar-besar bergelantungan di salah satu kios buah. “Gi, aku mau jambu itu. kayaknya seger banget.” Gifar memicingkan matanya. Dia agak menundukkan kepalanya untuk bisa melihat jambu-jambu yang dimaksud Rania. “Ya udah aku turun dulu ya. Kamu di sini aja.” “Aku ikut Gi, rasanya sumpek di dalem terus.” Rania merajuk. “Pak, kami turun beli buah dulu ya, kayaknya masih agak lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN