Selepas kejadian ayam kampus, aku jadi benar-benar takut menampakkan diri dimana pun. Selalu saja memisahkan diri ke tempat tersunyi. Tidak pernah mau menjadi sosok yang menarik pemerhati. Saat hendak menuju gerbang untuk pulang, dengan sangat hati-hati aku akan benar-benar memastikan sunyinya setiap jalan yang akan dilewati. Terlebih saat melewati ruang Kepala Yayasan. Tubuhku menegang, keringatku bercucuran. Emosiku benar-benar dipermainkan. Tuhan...! Tidak adakah yang benar-benar tulus untukku? Jika takdirku tidak bersama Rony, berikan kepadaku seseorang yang mapan, tulus, juga tidak memiliki ikatan. Hahaha sepertinya anganku ketinggian, mimpiku kesiangan. Bagaimana ada orang menawarkan kemapanan saat mereka telah tiba terlebih dahulu di tingkat atas. Sedangkan aku..., Aku hanya seor

