"Kenapa kamu tanggung semuanya sendiri, Key! Kamu kuat sekali." Nely menghentak jalur pernafasan. Menyingkirkan cairan penghalang yang menyilang. Entah sudah berapa helai tissue yang terkepal dan terbuang. Menjadi saksi bahwa kami pernah berbagi pembicaraan. "Aku harus bagaimana lagi. Aku merasa menjadi penjahat yang amat sangat buruk. Duri dalam daging. Musuh dalam selimut." Kusapu sisa lelehan di seluruh wajah. Merasa sedikit lega karena telah bercerita. "Kamu tidak salah, Key. Jangan berpikir seperti itu!" "Kamu tidak jijik atau sebal kepadaku? Kamu boleh meninggalkanku, Nel. Tapi tolong jangan bercerita kepada siapa pun soal ini." Sahabat Chubby-ku menggeleng. Merangkul juga memeluk dengan erat. Membuatku benar-benar tidak kuat. Air mata yang kukira sudah surut, ternyata kembali me

