ini bukanlah hari yang menyenangkan, setidaknya untukku. Surat Drop out sekolah di keluarkan atas nama Taufan Badai. Dengan melihat sampul bertuliskan kop almamater disusul nama Taufan di bagian depan saja, mampu membuat hatiku teriris. Emosiku dipermainkan. Kalau saja tidak malu pada semua orang di ruang kelas, aku sudah menangis terisak. Aku benar-benar telah kehilangan dirinya. Tidak akan pernah ada lagi kemunculannya di sekolahan. Bagaimana kelanjutan hukumannya pun tidak pernah kuketahui. Semoga mendapat keringanan. Dia kan masih usia pelajar. Biasanya hukumannya berbeda juga, kan? Tapi seandainya lelaki rumit itu dijerat pasal pengedar. Ia tidak akan bisa menghindari hukuman. "Siapa yang tau rumah Taufan, atau bisa di titipkan?" Wali kelas berbicara dari depan meja guru. Karena

