"Di mana ini? Apa ini mimpi?" batin wanita yang baru saja membuka mata. Dia menyadari kalau ini sama sekali bukan kamar kosnya yang sempit dan pengap. Jangankan deru halus air conditioner, kipas saja ia tak punya. Tapi kamar ini? Terlalu mewah seperti hotel bintang lima. "Apa yang terjadi padaku?" Pertanyaan lain kembali datang. Cermin besar yang ditatapnya menunjukkan ia terbaring di sebuah ranjang mewah berukuran king size. Hanya bagian kepala dan bahunya saja yang terlihat, sisanya terbalut selimut. "Tunggu!" Detak jantungnya seolah berhenti seketika. Sejurus kemudian, tangannya menyingkap selimut tanpa aba-aba. Mata sipitnya yang indah, kini terbeliak tak percaya. Dia terkejut dengan apa yang tertangkap oleh indra penglihatannya sekarang. Tubuhnya tidak seperti biasa, membuatnya har

