Monika mengumpat dalam hati. Dia tidak menyangka bahwa pria pemarah ini akan terus mengganggunya dengan segala cara. Dan sialnya, tubuhnya merespons semua perlakuan Rio dengan baik tanpa bisa dicegah. "Apa kamu sedang mengumpatku di dalam hatimu?" Rio membalikkan tubuh Monika dengan paksa, membuat netra mereka bertumbuk di satu titik yang sama. Pria obsesif ini mendekatkan wajahnya, bersiap menikmati bibir ranum yang ada di hadapannya. Detik berikutnya, Monika kembali berbalik. Dia enggan bersitatap dengan manik mata hitam yang terasa begitu mendominasi ini. Kebenciannya pada Rio semakin mengakar, membuatnya ingin sesegera mungkin mencari jalan keluar dari semua masalah ini. Tawa pria itu menggelegar. Dia begitu puas, menyadari bahwa Monika tak bisa berkutik dalam penguasaannya. "Apa ka

