"Ap-apa yang kamu inginkan?" Rio tak menjawab. Dia mengambil sebuah kaus warna putih dari dalam lemari pakaian dan melemparkannya pada Monika. "Pakai itu! Aroma tubuh pria itu menempel di baju murahan yang kamu pakai. Menjijikkan! Aku muak melihatnya." Monika kembali kehilangan kata-kata, tidak menyangka Rio memperhatikan penampilannya. Bahkan, pria ini tahu bahwa Devan bersamanya sore tadi. Mungkinkah Rio melihat Devan memeluknya? "Sendiri atau aku yang akan melepasnya dengan paksa?!" Rio mulai kehilangan kesabarannya, mengingat sosok pria lain yang berhasil menyita perhatian istrinya ini. "Di mana kamar mandinya?" tanya Monika ragu. Dia malu jika harus mengganti pakaian di sini. Tidak ada salahnya menumpang sejenak di tempat mewah pria ini. "Lepaskan saja! Bagian mana dari tubuhmu

