Dua Miliar

1005 Kata

"Lakukan perintahku dan kamu akan bisa mendapatkan semua yang kamu mau!" Monika terenyak. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Dia tahu pria ini pasti akan meminta imbalan atas permintaannya. "Bagaimana? Bersedia?" tanya Rio mengonfirmasi. Dia menunggu jawaban dari wanita yang kini tampak salah tingkah di depannya. "A-apa tidak ada cara lainnya? Aku bisa melakukan pekerjaan rumah apa saja." Monika sedikit tergagap. Wajah putihnya merah merona. Dia enggan menatap Rio sama sekali, antara malu, kesal, sekaligus marah. "Aku tidak kekurangan pekerja." Rio tersenyum. "Aku menginginkanmu, bukan yang lain." Monika kembali bungkam. "Selain tubuhmu itu, apa yang kamu miliki, huh?" Sudut bibir Rio terangkat, mencemooh Monika yang kehabisan kata-kata untuk diucapkan. "Tanpa bantuan dariku, kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN