Warning! Adult content! Monika mencengkeram piring di tangannya erat-erat. Dia baru saja selesai mencuci peralatan bekas makan Rio. Lagi-lagi pria ini membicarakan hal-hal yang mengarah pada hal dewasa. Itu tentu saja membuat Monika kehilangan kata-kata. "Bagaimana? Bukankah itu salah satu perkerjaanmu sebagai seorang istri?" Monika murka. Ingin sekali melemparkan benda pecah belah di tangan tepat ke muka suaminya. Tapi, untungnya Monika masih bisa menguasai emosinya. "Bukankah saya boleh mengajukan satu permintaan? Kalau begitu permintaan saya adalah agar Anda tidak menyentuh saya malam ini." Monika memberanikan diri. "Baiklah. Kalau begitu kamu yang harus menyentuhku." Monika semakin tidak tahan dengan kata-kata pria ini. "Jika aku puas, kamu bisa bekerja besok. Jika tidak, bisa a

