"Ada apa dengannya? Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa dia marah?" gumam Monika lirih. Pintu berwarna putih di belakang sana tertutup dengan keras, membuat suara berdebam yang memekakkan telinga. Rio pergi tanpa menjelaskan apa yang membuatnya murka. "Dasar pria gila!" Monika kesal setengah mati. Dia berusaha menuruti permintaan suaminya, tapi justru mendapat bentakan dan sikap kasarnya. "Kenapa mengataiku binatang? Tidak ada binatang yang memiliki paras cantik sepertiku!" Monika berbicara pada dirinya sendiri. Tidak ada orang lain lagi di ruangan ini. "Apa aku juga ikut gila?! Bagaimana bisa aku jatuh pada pesona pria sepertinya?" Monika merasa begitu malu dengan apa yang sudah dia lakukan. "Aku benar-benar sudah gila!!" Monika langsung berlalu ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya

