Dia yang Memulai

1790 Kata

Perlahan, kaki Ailee pun mulai membaik. Dia sudah mulai berjalan tanpa bantuan orang lain meskipun masih pelan dan terkadang meringis kesakitan. Ailee terbebas dari hari-hari yang menyulitkan dirinya. Ramai dan padat. Tempat duduk di kantin penuh semua. Kelima sahabat itu pun bingung hendak duduk di mana. Makanan telah berada di nampan dan dibawa masing-masing dari mereka, hanya tak ada kursi dan meja kosong saja. Mencoba menunggu gantian tempat duduk, tapi cukup lama mereka menunggu dan tak kunjung ada kursi dan meja yang kosong. Sungguh menyebalkan. Tidak seperti biasanya kantin seramai itu. "Apa murid di kelas dua belas bertambah dua kali lipat dari sebelumnya? Tumben kantinnya penuh," ucap Bryan menggelakkan tawa. Dia sudah lapar sekali, tapi tidak bisa menyantap makanannya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN