Di sisi lain, suasana rumah mewah itu pun sunyi seketika. Tak ada sepatah kata yang terucap. Denting garpu yang beradu dengan piring terdengar samar. Sepasang suami istri tengah sedih. Terlebih lagi Bu Aza, selaku ibu. Dia sangat sedih karena semalam anak gadisnya tak pulang– tak diperbolehkan sang suami. Garpu kembali diletakkan, sarapan tidak dilanjutkan. Tak ada selera sama sekali. Ruang makan yang biasanya ramai meskipun hanya berempat tiba-tiba saja sunyi tak ada Aiden dan Ailee. Bu Aza dan Pak Aksa seolah kehilangan kebahagiaan mereka. "Kamu jahat..." lirih Bu Aza tanpa menoleh ke arah suaminya. "Bukan jahat, tapi tegas," tukas Pak Aksa dengan tatapan lurus tanpa menengok arah istrinya yang sedari semalam masih sedih, matanya pun bengkak karena menangis Ailee tidak pulang. Keduan

